TKD Dipangkas hingga 30 Persen, Fauzi Amro Sebut Dana Desa Dialihkan ke Bantuan Langsung

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kanalsumsel.com// Lubuklinggau, – Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem, sekaligus Wakil Ketua Komisi XI yang menjadi mitra kerja Kementerian Keuangan, Bappenas, Bank Indonesia, OJK, LKPP, BPK, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Fauzi Amro, angkat bicara mengenai isu pemotongan dana desa.

Dalam wawancara, Fauzi menjelaskan bahwa dana desa merupakan bagian dari Transfer Keuangan ke Daerah (TKD). Ia menyebut, secara keseluruhan TKD saat ini mengalami pemotongan sekitar 20 sampai 30 persen, termasuk di dalamnya alokasi untuk dana desa.

Meski demikian, Fauzi meminta para kepala desa untuk tetap tenang dan terlebih dahulu menerima skema kebijakan yang saat ini sedang dibahas dan dimatangkan oleh Kementerian Keuangan.
“Saya menghimbau kepala desa untuk menerima dulu skema-skema yang ada, yang sedang digodok di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kebijakan ini nantinya bermanfaat,” ujarnya.

Fauzi juga menegaskan bahwa pemotongan dana tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dialihkan untuk mendukung sejumlah program prioritas pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat. Di antaranya:
-Makan Bergizi Gratis (MBG)
-Koperasi Merah Putih
-Sekolah Rakyat
-Bantuan Tunai Langsung (BLT)
serta berbagai program pro-rakyat lainnya.

Menurut Fauzi, total anggaran bantuan langsung dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp1.230 triliun, mencakup 18 item program yang manfaatnya diterima langsung oleh masyarakat.

“Hampir Rp1.230 triliun itu bantuan langsung program pemerintah, ada 18 item dan 18 program itu langsung diterima masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, besarnya bantuan langsung dari pusat diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat di seluruh daerah, termasuk desa-desa.

Fauzi optimistis, jika skema kebijakan ini berjalan efektif, maka dampaknya akan terasa pada penguatan daya beli, peningkatan kualitas gizi, pemberdayaan koperasi, hingga dukungan pendidikan rakyat.

Di akhir pernyataannya, Fauzi kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan desa agar program dapat berjalan selaras demi kemaslahatan masyarakat luas.tutup Fauzi (mil)

Berita Terkait

KIP Sumsel Minta ESDM Berbenah demi Raih Predikat Informatif
Tutup Sementara Parkir Rajawali Village, Kuasa Hukum Pemilik Ruko Minta Tutup Permanen
Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Datangi Rumah Duka Korban Penganiayaan
Perkuat Kinerja dan Integritas, Karutan Palembang Ikuti Penguatan Tugas dan Fungsi Oleh Kakanwil Ditjenpas Sumsel
Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Karutan Kelas I Palembang Dampingi Kakanwil Ditjenpas Sumsel Audiensi dengan Gubernur Sumsel
Belum Waktu 24 Jam, Pelaku Penusukan Ditangkap Kepolisian Polsek Seberang Ulu 2 Palembang
Masalah Omongan, Seorang Lanjut Usia Tewas di Tusuk Oleh Tetangga Sendiri di Seberang Ulu 2 Palembang
BRI RO Palembang Salurkan Bantuan Sembako untuk Panti Asuhan dalam Momentum HUT ke-27 Serikat Pekerja BRI Wilayah

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:15 WIB

KIP Sumsel Minta ESDM Berbenah demi Raih Predikat Informatif

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:57 WIB

Tutup Sementara Parkir Rajawali Village, Kuasa Hukum Pemilik Ruko Minta Tutup Permanen

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolsek Seberang Ulu II Palembang Datangi Rumah Duka Korban Penganiayaan

Senin, 15 Juni 2026 - 21:47 WIB

Perkuat Kinerja dan Integritas, Karutan Palembang Ikuti Penguatan Tugas dan Fungsi Oleh Kakanwil Ditjenpas Sumsel

Senin, 15 Juni 2026 - 21:44 WIB

Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Karutan Kelas I Palembang Dampingi Kakanwil Ditjenpas Sumsel Audiensi dengan Gubernur Sumsel

Berita Terbaru

Komisi Informasi

KIP Sumsel Minta ESDM Berbenah demi Raih Predikat Informatif

Kamis, 18 Jun 2026 - 12:15 WIB