Kasus DBD Sumatera Selatan 2025 Tembus 2.002, Palembang Tertinggi

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kanalsumsel.com/, PALEMBANG. – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 2.002 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di wilayah Sumsel sejak Januari hingga awal Juli 2025. Data ini menunjukkan lonjakan signifikan dan menjadikan DBD sebagai ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan bahwa jumlah kasus DBD terkonfirmasi hingga 6 Juli 2025. Kota Palembang mencatat jumlah tertinggi dengan 446 kasus.

Sebaran Kasus DBD Sumatera Selatan 2025

Berikut adalah sebaran lengkap kasus DBD di Sumatera Selatan:

  • Kota Palembang: 446 kasus,
  • Ogan Komering Ilir (OKI): 285 kasus,
  • Kota Lubuklinggau: 176 kasus,
  • Banyuasin: 169 kasus,
  • Muara Enim: 168 kasus,
  • OKU Timur: 102 kasus,
  • Lahat: 95 kasus,
  • Kota Prabumulih: 94 kasus,
  • Musi Banyuasin: 86 kasus,
  • Musi Rawas: 67 kasus,
  • Ogan Ilir: 57 kasus,
  • OKU Selatan: 43 kasus,
  • PALI: 39 kasus,
  • Musi Rawas Utara: 19 kasus,
  • Empat Lawang: 14 kasus.

20 Kasus Kematian DBD Dilaporkan

Dari total kasus tersebut, sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat DBD. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kota Palembang: 8 orang,
  • Lahat: 5 orang,
  • Muara Enim: 2 orang,
  • Lubuklinggau: 2 orang,
  • Banyuasin: 1 orang, OKU Selatan: 1 orang,
  • PALI: 1 orang.

Langkah Dinkes Sumsel Cegah Penyebaran DBD

Untuk menekan penyebaran kasus DBD, Dinkes Sumsel telah melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti:

  • Sosialisasi masif di masyarakat
  • Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pembersihan tempat penampungan air
  • Distribusi larvasida DBD dan insektisida Rokhantion UL ke 17 kabupaten/kota
  • Pemeliharaan ikan pemakan jentik nyamuk
  • Fogging (pengasapan)
  • Pengaktifan gerakan juru pemantau jentik (jumantik) di sekolah dan pesantren

Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kelambu, serta menjaga kebersihan lingkungan agar risiko tertular DBD bisa ditekan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan DBD. Gunakan lotion nyamuk, pasang kelambu saat tidur, dan rajin membersihkan tempat penampungan air di rumah,” kata Ira Primadesa. *

Penulis : aa

Editor : aa

Berita Terkait

Dokkes Polda Sumsel Gelar Rakernis dan Pelatihan Peningkatan Mutu FKTP 2025
PWI Sumsel Adakan Aksi Sosial: 115 Pendonor dan 100 Anak Ikuti Sunatan Massal
RS Bhayangkara M. Hasan Palembang Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis dalam Memperingati HUT Bhayangkara ke-79
HUT IBI ke-74: Hj. Feby Deru Meriahkan Fun Walk Bersama 1.800 Bidan di Palembang

Berita Terkait

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:05 WIB

Dokkes Polda Sumsel Gelar Rakernis dan Pelatihan Peningkatan Mutu FKTP 2025

Kamis, 10 Juli 2025 - 18:24 WIB

PWI Sumsel Adakan Aksi Sosial: 115 Pendonor dan 100 Anak Ikuti Sunatan Massal

Rabu, 9 Juli 2025 - 16:47 WIB

Kasus DBD Sumatera Selatan 2025 Tembus 2.002, Palembang Tertinggi

Jumat, 13 Juni 2025 - 16:20 WIB

RS Bhayangkara M. Hasan Palembang Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis dalam Memperingati HUT Bhayangkara ke-79

Senin, 9 Juni 2025 - 09:58 WIB

HUT IBI ke-74: Hj. Feby Deru Meriahkan Fun Walk Bersama 1.800 Bidan di Palembang

Berita Terbaru

Oplus_131072

Komisi Informasi

KPU Muba Kunjungi KIP Sumsel bahas Soal Layanan Informasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:43 WIB