Dari Desa ke Kebun, Perjuangan Mantri BRI Buka Akses Pembiayaan bagi Warga OKI

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kanalsumsel.com//KAYU AGUNG – Medan yang sulit tidak menghalangi langkah Alifia Naura Nazifah dalam menjalankan tugas sebagai Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung. Dengan sepeda motor, ia menyusuri jalan antardesa hingga menuju permukiman dan lahan usaha masyarakat di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Wilayah OKI memiliki bentang kawasan yang lekat dengan perkebunan dan perdesaan. Di sejumlah lokasi, akses menuju permukiman maupun lahan usaha tidak selalu mudah. Ketika hujan turun, jalan tanah dapat berubah menjadi licin dan berlumpur sehingga perjalanan menuju pelosok menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari keseharian Alifia dalam melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan usaha dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Sebagian lainnya menjalankan usaha toko sembako dan manisan.

“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. BRI memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke pelosok, sehingga profesi Mantri memberikan saya ruang untuk menjadi jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan permodalan,” ujar Alifia.

Dalam menjalankan tugasnya, Alifia tidak hanya menemui debitur di rumah, tetapi juga mendatangi langsung kebun tempat mereka menjalankan usaha. Ia berbincang mengenai perkembangan usaha, mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus melihat secara langsung aktivitas masyarakat di kebun sawit dan karet.

Menurut Alifia, membangun kepercayaan masyarakat desa membutuhkan pendekatan yang humanis dengan tetap berlandaskan kearifan lokal.

“Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka,” ungkap Alifia.

Kedekatan dengan masyarakat tersebut membantunya memberikan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing usaha. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan.

Untuk menjangkau debitur di lokasi dengan akses jalan yang sulit, Alifia juga melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan debitur sebelum dirinya turun langsung ke lapangan.

Pengalaman bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat selama menjalankan tugas turut membuat Alifia memaknai pekerjaannya dari sisi yang lebih personal. Berbagai tantangan di lapangan dan pertemuan dengan masyarakat menjadi pengalaman yang terus membentuk cara pandangnya.

“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” ujar Alifia.

Sementara itu, BOH BRI BO Kayu Agung Whendrawan Nusatyo Adi mengatakan, kisah Alifia menunjukkan peran Mantri BRI yang dekat dengan kehidupan masyarakat di wilayah perdesaan.

“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan BRI untuk memperluas inklusi keuangan melalui layanan dan pembiayaan yang relevan, sekaligus memastikan kehadiran BRI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah,” pungkas Whendrawan.**

 

Berita Terkait

Fauzi Amro Resmikan Sumur Bor Modern di Dua Ponpes, Dukung Kebutuhan Air Bersih Santri
Fauzi Amro Perjuangkan PIP bagi 10 Ribu Siswa di Dapil Sumsel I
KIP Sumsel Dorong MKKS Bentuk PPID Sekolah demi Keterbukaan Informasi Publik
Andie Dinialdie Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sumsel, Fokus Konsolidasi hingga Tingkat Desa
BRI Serahkan Satu Unit Mobil Jenazah kepada Yayasan Buddhakirti untuk Mendukung Pelayanan Sosial
PGK Sumsel Apresiasi Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 10,583 Kg Sabu
Kepala Rutan Kelas I Palembang Ikuti Penandatanganan PKS Persidangan Elektronik Ditjenpas Sumsel bersama Kejaksaan Tinggi Sumsel dan Pengadilan Tinggi Palembang
Kepala Rutan Kelas I Palembang Ikuti Penandatanganan PKS Persidangan Elektronik Ditjenpas Sumsel 

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Dari Desa ke Kebun, Perjuangan Mantri BRI Buka Akses Pembiayaan bagi Warga OKI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:02 WIB

Fauzi Amro Resmikan Sumur Bor Modern di Dua Ponpes, Dukung Kebutuhan Air Bersih Santri

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:52 WIB

KIP Sumsel Dorong MKKS Bentuk PPID Sekolah demi Keterbukaan Informasi Publik

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Andie Dinialdie Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sumsel, Fokus Konsolidasi hingga Tingkat Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:50 WIB

BRI Serahkan Satu Unit Mobil Jenazah kepada Yayasan Buddhakirti untuk Mendukung Pelayanan Sosial

Berita Terbaru

Palembang

MKKS Butuh Informasi, gandeng KIP Sumsel

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:14 WIB